“Kecerdasan Spiritual” disimbolkan sebagai Teratai Diri yang menggabungkan tiga kecerdasan dasar manusia (rasional, emosional, dan spiritual), tiga pemikiran (seri, asosiatif, dan penyatu ), tiga jalan dasar pengetahuan (primer, sekunder, dan tersier) dan tiga tingkatan diri (pusat transpersonal, tengah-asosiatif & interpersonal, dan  pinggiran-ego personal).

Hambatan spiritual yang akan Kita hadapi:

  • tidak mengembangkan beberapa bagian dari dirinya sendiri sama sekali
  • telah mengembangkan beberapa bagian, namun tidak proporsional,
  • bertentangannya / buruknya hubungan antara bagian-bagian.

Langkah Menuju Kecerdasan Spiritual Lebih Tinggi:

  • menyadari di mana saya sekarang,
  • merasakan dengan kuat bahwa saya ingin berubah,
  • merenungkan apakah pusat saya sendiri dan apakah motivasi saya yang paling dalam, (
  • menemukan dan mengatasi rintangan,
  • menggali banyak kemungkinan untuk melangkah maju,
  • (menetapkan hati saya pada sebuah jalan,
  • tetap menyadari bahwa ada banyak jalan.
  • Spiritual Intellegence yang optimal memiliki karakteristik, yaitu:
  • kemampuan bersikap fleksibel,
  • tingkat kesadaran diri tinggi,
  • kemampuan untuk menghadapi dan
  • memanfaatkan penderitaan,
  • kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit,
  • kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai,
  • keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu,
  • kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal (berpandangan holistik)
  • kecenderungan nyata untuk bertanya “Mengapa?” atau “Bagaimana jika?” untuk mencari jawaban yang mendasar,
  • memiliki kemudahan untuk bekerja melawan konvensi.
  • kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal (berpandangan holistik)
  • kecenderungan nyata untuk bertanya “Mengapa?” atau “Bagaimana jika?” untuk
  • mencari jawaban yang mendasar,
  • memiliki kemudahan untuk bekerja melawan konvensi.